Di desa, ada dua lembaga ekonomi yang sering disamakan, yaitu BUMDes dan Kopdes. Padahal, keduanya memiliki fungsi, dasar hukum, dan cara pengelolaan yang berbeda.
Memahami perbedaan BUMDes dan Kopdes sangat penting, terutama bagi pemerintah desa, pengurus, dan masyarakat yang ingin mengembangkan ekonomi desa secara tepat.

Apa Itu BUMDes?
BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) adalah badan usaha yang didirikan oleh pemerintah desa dan modalnya sebagian besar berasal dari desa. Tujuan utama BUMDes adalah mengelola potensi desa dan meningkatkan pendapatan asli desa (PADes).
BUMDes biasanya dibentuk melalui Peraturan Desa (Perdes) dan dikelola secara profesional dengan melibatkan masyarakat.
Contoh unit usaha BUMDes:
- Pengelolaan air bersih
- Wisata desa
- Pasar desa
- Pengelolaan sampah
- Penyewaan alat pertanian

Apa Itu Kopdes?
Kopdes (Koperasi Desa) adalah koperasi yang didirikan oleh masyarakat desa berdasarkan asas kekeluargaan.
Kopdes beranggotakan individu (warga desa) dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi.
Kopdes dikelola oleh pengurus yang dipilih anggota dan berjalan sesuai prinsip koperasi: dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota.
Contoh usaha Kopdes:
- Simpan pinjam
- Toko kebutuhan pokok
- Distribusi pupuk
- Koperasi pertanian
- Koperasi nelayan

Perbedaan Utama BUMDes dan Kopdes
| Aspek | Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) | Koperasi Desa (Kopdes) |
|---|---|---|
| Kepemilikan | Pemerintah Desa | Anggota (warga desa) |
| Tujuan | Meningkatkan PADes & kesejahteraan masyarakat desa secara keseluruhan. | Meningkatkan kesejahteraan anggota melalui usaha bersama. |
| Keuntungan | Masuk kas desa (PADes) untuk pengembangan desa. | Sisa Hasil Usaha (SHU) dibagikan ke anggota. |
| Pengelolaan | Pengurus ditunjuk pemerintah desa (top-down), melibatkan pemerintah desa. | Pengurus dipilih anggota melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT) (demokratis). |
| Fokus Usaha | Pengelolaan aset & potensi desa (misal: pariwisata, air desa). | Distribusi, pemasaran, penyaluran produk & barang kebutuhan (sembako). |
| Landasan Hukum | Permendesa No. 4 Tahun 2015 (lebih baru). | UU Perkoperasian No. 25 Tahun 1992. |
Sinergi Bumdes dan Kopdes
- BUMDes bisa menyediakan infrastruktur (gudang, armada), sementara Kopdes menjadi agregator dan saluran distribusi produk BUMDes atau produk anggota ke pasar lebih luas.
- Hubungan keduanya adalah kemitraan strategis untuk membangun ekosistem ekonomi desa yang kuat.
Contoh Kolaborasi BUMDes dan Kopdes
Agar ekonomi desa lebih kuat, BUMDes dan Kopdes dapat bekerja sama, misalnya:
- BUMDes mengelola pasar desa, Kopdes membuka toko di dalamnya
- BUMDes mengelola wisata desa, Kopdes menjual produk UMKM
- BUMDes menyediakan modal usaha, Kopdes mengelola distribusi
Kolaborasi ini membuat roda ekonomi desa bergerak lebih cepat dan merata.
Kesalahan Umum dalam Memahami BUMDes dan Kopdes
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
- Menganggap BUMDes dan Kopdes itu sama
- Menjalankan Kopdes seperti BUMDes (atau sebaliknya)
- Tidak memisahkan keuangan desa dan keuangan koperasi
Padahal, kesalahan ini bisa berdampak pada masalah hukum dan tata kelola di kemudian hari.
Kesimpulan
Perbedaan BUMDes dan Kopdes terletak pada kepemilikan, tujuan, dasar hukum, dan pengelolaannya.
BUMDes fokus pada pendapatan dan aset desa, sedangkan Kopdes fokus pada kesejahteraan anggota.
Dengan memahami perbedaannya, desa dapat memilih model usaha yang tepat atau bahkan menjalankan keduanya secara bersamaan untuk memperkuat ekonomi lokal.
Sumber:
Kopdes Merah Putih